
Lombok Utara, 11 Desember 2022 — Upaya menjaga dan memulihkan ekosistem terumbu karang di kawasan pesisir Kabupaten Lombok Utara terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan program rehabilitasi terumbu karang di Gili Trawangan yang menjadi bagian dari Program PLN Peduli. Kegiatan seremonial pelaksanaan program tersebut dilaksanakan pada 11 Desember 2022 dan dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut.

Kegiatan seremonial tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk mendukung rehabilitasi dan pelestarian terumbu karang di Gili Trawangan. Acara diresmikan secara simbolis oleh Wakil Bupati Lombok Utara, Bapak Danny Karter, bersama Manajer PLN Unit Pelaksana Pengatur dan Penyaluran Beban (UP3B) Mataram, Bapak William Randa Kasoa, serta Koordinator BKKPN Kupang Satker Lombok Utara, Ibu Thri Heni Radiman. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan adanya dukungan lintas sektor terhadap upaya pemulihan ekosistem terumbu karang sebagai salah satu bagian penting dari pengelolaan kawasan pesisir dan laut.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Lichen Institute turut mengambil bagian dalam mendukung program rehabilitasi terumbu karang. Keterlibatan Lichen Institute merupakan bagian dari upaya mendorong pengelolaan lingkungan pesisir yang dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah, lembaga pengelola kawasan, sektor swasta, pemerintah desa, serta masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi penting mengingat keberhasilan rehabilitasi terumbu karang tidak hanya ditentukan oleh kegiatan pemulihan ekosistem, tetapi juga oleh keberlanjutan pemeliharaan dan perlindungan kawasan setelah kegiatan dilaksanakan.
Program rehabilitasi terumbu karang di Gili Trawangan dilaksanakan dalam konteks pentingnya menjaga keberadaan ekosistem terumbu karang sebagai salah satu komponen utama ekosistem laut. Terumbu karang menyediakan habitat bagi berbagai jenis biota laut dan memiliki keterkaitan erat dengan keberlangsungan sumber daya pesisir. Kondisi terumbu karang yang terjaga juga memiliki nilai penting bagi aktivitas masyarakat dan pengembangan wisata bahari yang menjadi salah satu karakteristik kawasan Gili Trawangan dan sekitarnya.
Kawasan Gili Trawangan merupakan bagian dari kawasan konservasi Gili Matra, yang memiliki nilai ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat. Dalam pengelolaan kawasan konservasi tersebut, terumbu karang menjadi salah satu target konservasi yang perlu dijaga keberadaannya. Karena itu, kegiatan rehabilitasi terumbu karang tidak hanya dipandang sebagai kegiatan pemulihan lingkungan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga fungsi kawasan konservasi secara keseluruhan.
Pelaksanaan kegiatan juga mendapatkan dukungan dari Kepala Desa Gili Indah dan perwakilan kelompok masyarakat di Desa Gili Indah. Dukungan pemerintah desa dan masyarakat menjadi unsur penting dalam memastikan bahwa upaya rehabilitasi dapat memberikan manfaat jangka panjang. Masyarakat yang berada di sekitar kawasan memiliki peran strategis dalam menjaga kondisi lingkungan pesisir karena berinteraksi langsung dengan kawasan dan sumber daya laut dalam kehidupan sehari-hari.

Keterlibatan masyarakat dalam program konservasi juga menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama mengenai nilai dan fungsi terumbu karang. Upaya rehabilitasi akan lebih berkelanjutan apabila diikuti dengan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan laut. Oleh sebab itu, sinergi antara kegiatan rehabilitasi, perlindungan kawasan, dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam mendukung keberlanjutan ekosistem terumbu karang.
Program PLN Peduli melalui kegiatan rehabilitasi terumbu karang di Gili Trawangan menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian lingkungan dan kawasan konservasi. Kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa upaya menjaga ekosistem laut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak sesuai dengan peran dan kapasitas masing-masing. Pemerintah daerah memberikan dukungan kelembagaan, pengelola kawasan berperan dalam pengelolaan dan konservasi, pemerintah desa dan masyarakat mendukung keberlanjutan di tingkat lokal, sementara mitra dan lembaga terkait turut berkontribusi dalam pelaksanaan program.
Bagi Lichen Institute, keterlibatan dalam kegiatan rehabilitasi terumbu karang Gili Trawangan menjadi bagian dari komitmen untuk mendukung konservasi sumber daya pesisir dan laut melalui pendekatan kolaboratif. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat peran lembaga dalam mendukung program-program lingkungan yang memiliki keterkaitan langsung dengan keberlanjutan kawasan pesisir dan masyarakat.
Ke depan, keberlanjutan rehabilitasi terumbu karang membutuhkan perhatian dan dukungan secara terus-menerus. Tidak hanya melalui penambahan kegiatan rehabilitasi, tetapi juga melalui upaya menjaga kawasan dari berbagai aktivitas yang dapat mengganggu ekosistem, meningkatkan kepedulian masyarakat, serta memperkuat koordinasi antar-pemangku kepentingan. Dengan demikian, hasil rehabilitasi yang telah dilakukan dapat dipelihara dan memberikan manfaat ekologis maupun sosial dalam jangka panjang.
Kegiatan seremonial pada 11 Desember 2022 tersebut menjadi penanda dimulainya dukungan kolaboratif terhadap rehabilitasi terumbu karang di Gili Trawangan. Kehadiran Wakil Bupati Lombok Utara, PLN UP3B Mataram, BKKPN Kupang Satker Lombok Utara, Pemerintah Desa Gili Indah, kelompok masyarakat, dan Lichen Institute menunjukkan bahwa pelestarian ekosistem terumbu karang merupakan tanggung jawab bersama.
Melalui semangat kolaborasi tersebut, rehabilitasi terumbu karang diharapkan dapat berkontribusi terhadap upaya menjaga Kawasan Konservasi Gili Matra, sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan pesisir dan laut di Kabupaten Lombok Utara. Terumbu karang yang sehat tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga menjadi bagian penting dari keberlangsungan kehidupan masyarakat dan daya tarik wisata bahari di kawasan Gili Trawangan.

