
Mataram, 25 Mei 2026 — Lichen Institute melaksanakan kegiatan Sosialisasi Rencana Pelaksanaan Kegiatan “Penguatan Resiliensi Terumbu Karang di Selat Alas: Integrasi Teknologi Monitoring, Penguatan Konektifitas Terumbu Karang, dan Pengawasan Berbasis Komunitas” pada Senin, 25 Mei 2026, bertempat di Lesehan Bebek Galih Dakota, Rembiga. Kegiatan dimulai pukul 10.00 WITA dan merupakan bagian dari pelaksanaan program berdasarkan Grant Number CI-00035748 tanggal 15 April 2026. Sosialisasi ini dilaksanakan untuk memperkenalkan rencana kegiatan proyek, membangun koordinasi dengan para pemangku kepentingan, serta memperoleh dukungan dan sinergi dalam pelaksanaan program.
Melibatkan Berbagai Pemangku Kepentingan
Kegiatan sosialisasi melibatkan 38 peserta dari berbagai unsur yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan sumber daya pesisir dan laut. Peserta tidak hanya berasal dari unsur pemerintah, tetapi juga melibatkan perguruan tinggi, kelompok masyarakat, kelompok pengawasan, organisasi konservasi, dunia usaha, dan lembaga terkait lainnya.
Dari unsur pemerintah, peserta berasal dari Bidang Konservasi dan Pengelolaan SDP3K DKP NTB sebanyak 2 orang, Bidang Pengawasan DKP NTB sebanyak 2 orang, BLUD BPSDKP Lombok sebanyak 4 orang, BPSPL Denpasar sebanyak 2 orang, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Timur sebanyak 1 orang. Keterlibatan unsur pemerintah menjadi bagian penting dalam membangun koordinasi kelembagaan terkait pelaksanaan program penguatan resiliensi terumbu karang.

Dari unsur akademisi, kegiatan menghadirkan perwakilan Prodi Kelautan Universitas Mataram sebanyak 2 orang, Fakultas Perikanan Universitas 45 Mataram sebanyak 2 orang, Perikanan Universitas Gunung Rinjani sebanyak 1 orang, serta Manajemen UNDIKMA sebanyak 1 orang. Kehadiran perguruan tinggi memberikan ruang bagi pertukaran pengetahuan dan penguatan perspektif akademik dalam mendukung pengelolaan ekosistem pesisir dan terumbu karang.
Sementara itu, dari unsur masyarakat dan kelompok pengelola kawasan, hadir KOMPAK Labuan Pandan, POKMASWAS TWP Gili Sulat–Lawang sebanyak 6 orang, Pemerintah Desa Dadap sebanyak 3 orang, Pemerintah Desa Sekaroh sebanyak 3 orang, Pokdarwis Sekaroh, serta Kelompok Nelayan Desa Sekaroh. Keterlibatan kelompok masyarakat pesisir menjadi penting karena program juga menempatkan pengawasan berbasis komunitas sebagai salah satu bagian dari pendekatan kegiatan.

Selain itu, kegiatan juga melibatkan Mangku Alam Nusantara, PT Autore Sekaroh, ISL Sekaroh, WCS, dan Yayasan JARI. Dengan komposisi tersebut, sosialisasi menjadi forum yang mempertemukan berbagai pihak yang memiliki peran dan kepentingan dalam mendukung pengelolaan sumber daya pesisir dan laut secara kolaboratif.
Direktur Lichen Institute Buka Kegiatan
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta pada pukul 10.00–10.30 WITA. Setelah proses registrasi selesai, acara memasuki sesi pembukaan yang dipandu oleh MC/panitia. Selanjutnya, Direktur Lichen Institute menyampaikan sambutan pada pukul 10.30–10.35 WITA sekaligus membuka rangkaian kegiatan sosialisasi.

Dalam sambutannya, Direktur Lichen Institute menyampaikan pengantar mengenai pelaksanaan kegiatan dan pentingnya koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung program. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan arahan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Nusa Tenggara Barat pada pukul 10.35–10.45 WITA.
Paparan Rencana Program TFCCA
Memasuki agenda utama, pada pukul 10.45–11.30 WITA, Lichen Institute melalui Bidang Konservasi dan Pengembangan Sumber Daya menyampaikan pemaparan mengenai kegiatan proyek TFCCA. Pemaparan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperoleh informasi mengenai rencana pelaksanaan program Penguatan Resiliensi Terumbu Karang di Selat Alas.

Materi sosialisasi memperkenalkan arah kegiatan yang mengintegrasikan teknologi monitoring, penguatan konektivitas terumbu karang, serta pengawasan berbasis komunitas. Melalui pemaparan tersebut, para pemangku kepentingan mendapatkan gambaran mengenai rencana kegiatan sekaligus ruang untuk memberikan tanggapan dan masukan terhadap pelaksanaan program.
Diskusi dan Pertukaran Masukan
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi pada pukul 11.30–12.30 WITA. Diskusi difasilitasi oleh Lichen Institute melalui Bidang Konservasi dan Pengembangan Sumber Daya. Sesi ini menjadi ruang interaksi antara tim pelaksana dengan para peserta dari unsur pemerintah, akademisi, masyarakat, kelompok pengawasan, lembaga konservasi, dan pihak lainnya.
Dalam sesi diskusi, peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pertanyaan, tanggapan, masukan, serta pandangan terkait rencana pelaksanaan kegiatan. Forum tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kesepahaman antarpemangku kepentingan mengenai dukungan dan koordinasi yang diperlukan selama program berlangsung.

Setelah sesi diskusi pertama, kegiatan dilanjutkan dengan ISHOMA pada pukul 12.30–13.30 WITA. Selanjutnya, kegiatan kembali dilanjutkan dengan sesi diskusi pada pukul 13.30–14.30 WITA, yang kembali difasilitasi oleh Lichen Institute melalui Bidang Konservasi dan Pengembangan Sumber Daya.
Memperkuat Sinergi Perlindungan Terumbu Karang
Sosialisasi ini menjadi langkah awal Lichen Institute dalam membangun komunikasi dan koordinasi bersama para pemangku kepentingan terkait pelaksanaan program penguatan resiliensi terumbu karang di Selat Alas. Keterlibatan berbagai unsur menunjukkan bahwa upaya pengelolaan ekosistem terumbu karang membutuhkan dukungan dan keterlibatan dari berbagai pihak.
Melalui integrasi teknologi monitoring, penguatan konektivitas terumbu karang, dan pengawasan berbasis komunitas, program ini diarahkan untuk memperkuat kerja sama dalam mendukung pengelolaan ekosistem pesisir dan laut. Forum sosialisasi juga memberikan kesempatan kepada para pihak untuk memahami rencana kegiatan sejak tahap awal sekaligus menyampaikan masukan yang relevan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan terbangun kesepahaman, koordinasi, dan sinergi antarpemangku kepentingan dalam mendukung pelaksanaan program. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong pengelolaan terumbu karang yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan di kawasan Selat Alas.
Catatan: Nama pihak yang membuka dan memfasilitasi diskusi di atas mengikuti lampiran agenda: pembukaan oleh MC/panitia, sambutan Direktur Lichen Institute, arahan Kepala DKP NTB, serta diskusi oleh Lichen Institute melalui Bidang Konservasi dan Pengembangan Sumber Daya.

